Senin, 11 April 2011

Ilmu Budaya Dasar BAB 3

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26



Konsep Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

Sebelum kita membahas Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan mari kita mengenal (mendefinisikan) apa itu Kesusastraan dan Ilmu Budaya Dasar.

Kesusastraan

Menurut Istilah : Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin.
Menurut Bahasa: Kesusastraan (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Sedangkan Ilmu Budaya Dasar Adalah

Ilmu Budaya Dasar dapat diartikan yaitu suatu pengetahuan yang nantinya diharapkan mampu memberikan pengetahuan dasar dan umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan. Suatu karya dapat saja mengungkapkan lebih dari satu masalah, sehingga ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu filsafat ataupun ilmu tari yang terdapat dalam pengetahuan budaya, tetapi ilmu budaya dasar menggunakan karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untukmengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep.

Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan antara lain:
1.             Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2.             Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3.             Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4.             Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional

Ilmu Budaya Dasar Merupakan suatu Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia.

ada beberapa unsur-unsur kebudayaan antara lain:
1.             Sistem Religi / Kepercayaan
2.             Sistem Organisasi Masyarakat
3.             Ilmu Pengetahuan
4.             Bahasan dan Kesenian
5.             Mata Pencaharian Hidup
6.             Peralatan dan Teknologi
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi, namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstraksi. Maka abstrak adalah cinta kasih, kebahagian, kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat.

Jadi Dalam kesusastraan IBD dapat dihubungkan meliputi :
1.             Bahasa
2.             Agama
3.             Kesusastraan
4.             Kesenian dll 

Menurut saya, hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan dapat terjadi karena kita dapat menggabungan antara ilmu dalam budaya dan kesusastraan agar bisa membedakan antara hal yang masih dipermasalahkan saat ini antar Ilmu Budaya dan Sastra. Karena itu pula berbagai hal baru akan muncul di dunia ini dengan menggabungkan keduanya atau sebaliknya.

Minggu, 10 April 2011

Ilmu Budaya Dasar BAB 2

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26


Sub Pokok Bahasan 2.1 Manusia

Mahasiswa dapat Menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun Manusia

Unsur-unsur yang membangun manusia :
a. jasad , Badan kasar manusia yang terlihat
b. hayat , Unsur dari Hidup
c. ruh , pimpinan Tuhan
d. nafas , kesadaran pada diri sendiri


Sub Pokok Bahasan 2.2 Hakekat Manusia
Mahasiswa dapat Menjelaskan hakekat manusia

Hakekat Manusia itu sendiri ada 4 :
1. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
2. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna karena dilengkapi dengan:
- akal
- kehendak
- perasaan

Mahasiswa dapat membedakan manusia dengan makhluk lain
Kita ambil contoh misalnya masalah Kesempurnaan,
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Perasaan dalam diri manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui indera. Perasaan rodani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

a. Perasaan intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan.
b. Perasaaan estetis, perasaan yang berkenaan dengan keindahan.
c. Perasaan etis, perasaan yang berkenaan dengan kebaikan.
d. Perasaan diri, perasaan yang berkenaan dengan harga diri.
e. Perasaan sosial, perasaan yang berkenaan dengan kelompuk dan masyarakat.
f. Perasaan religius, perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan.


Sub Pokok Bahasan 2.3 Kepribadian Bangsa Timur
 Mahasiswa dapat Menjelaskan tentang kepribadian bangsa Timur


 
Francis L.K Hsu, sarjana Amerika keturuna Cina yang mengkombinasikan dalam dirinya keahlian di dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisnya Physicological Homeostatis Cina Klasik. Majalah American Antropologist, jilid 73 tahun 1971, halaman 23-24.
 Kepribadian bangsa timur identik dengan bangsa asia, contohnya negara indonesia.
 Kepribadian bangsa timur itu memiliki ciri-ciri
 - ramah terhadap sesama
 - saling gotong royong
 - saling tolong- menolong
 - saling menghargai
 - lebih mementingkan kehidupan rohani, mistik
 Sedangkan bangsa barat, individualis(mementingkan diri sendiri),pikiran logis, dan terbuka
 Contoh: kepribadian bangsa timur akan dalam ha lpakaian akan tertutup dibandingkan dengan bangsa barat karena memiliki rasa malu yang sangat tinggi. Sedangkan bangsa barat lebih cenderung terbuka.
Mahasiswa dapat menunjukan bagan psiko-sosiogram manusia

Sub Pokok Bahasan 2.4 Pengertian Kebudayaan
Mahasiswa dapat mendefinisikan kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

 Mahasiswa dapat menyebutkan tokoh-tokoh kebudayaan

1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
5. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
6. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
7. Francis Merill
Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social
  • Semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
8. Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat. Pesan-pesan tentang kebudayaan yang di harapkan dapat di temukan di dalam media, pemerintahan, intitusi agama, sistem pendidikan dan semacam itu.
9. Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
10. Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.
11. Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.


Sub Pokok Bahasan  2.5 Unsur-Unsur Kebudayaan
Mahasiswa dapat menyebutkan 7 unsur kebudayaan universal

(1) sistem bahasa,
(2) sistem peralatan hidup dan teknologi,
(3) sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup,
(4) sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial,
(5) ilmu pengetahuan,
(6) kesenian,
(7) dan sistem kepercayaan atau agama.
 Mahasiswa dapat membedakan kebudayaan dalam dua bentuk wujud
Menurut J. J Honigmann (dalam Koenjtaraningrat, 2000) membedakan adanya tiga ‘gejala kebudayaan’ : yaitu : (1) ideas, (2) activities, dan (3) artifact, dan ini diperjelas oleh Koenjtaraningrat yang mengistilahkannya dengan tiga wujud kebudayaan :
1. Wujud kebudayaan sebagai suatu yang kompleks dari ide-ide, gagasan-gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya.
2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat
3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.


Sub Pokok Bahasan : 2.6 Wujud Kebudayaan
Mahasiswa dapat menyebutkan 3 wujud kebudayaan menurut dimensi wujudnya

Wujud

Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
  • Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai , norma-norma , peraturan, dan sebagainya yang sifatnya asbtrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
  • Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
  • Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.
Sub Pokok Bahasan  2.7 Orientasi Nilai Budaya
Mahasiswa dapat menggunakan 5 masalah pokok kehidupan manusia dalam sisitem nilai budaya
- Dalam kaitannya dengan makna hidup manusia.
- Berkenan dengan hubungan manusa kepada alam sekitarnya.
- Dalam kaitannya dengan presepsi manusia dengan waktu.
- Dalam kaitannya dengan makna dari pekerjaan.
- Dalam kaitannya dengan Hubungan antar sesama manusia.

Sub Pokok Bahasan 2.8 Perubahan dan Kebudayaan
Mahasiswa dapat menyebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru.

Di antara berbagai faktor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya sesuatu unsur kebudayaan baru atau asing dalam suatu masyarakat yang biasanya cukup berperan adalah:
1. Terbiasanya masyarakat tersebut mempunyai hubungan/kontak kebudayaan dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut, yang mempunyai kebudayaan yang berbeda. Sebuah masyarakat yang terbuka bagi hubungan-hubungan dengan orang yang beraneka ragam kebudayaannya, cenderung menghasilkan warga masyarakat yang bersikap terbuka terhadap unsur-unsur kebudayaan asing. Sikap mudah menerima kebudayaan asing lebih-lebih lagi nampak menonjol kalau masyarakat tersebut menekankan pada ide bahwa kemajuan dapat dicapai dengan adanya sesuatu yang baru, yaitu baik yang datang dan berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, maupun yang berasal dari kebudayaan yang datang dari luar.
2. Kalau pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam kebudayaan tersebut ditentukan oleh nilai-nilai yang bersumber pada ajaran agama; dan ajaran ini terjalin erat dalam keseluruhan pranata yang ada dalam masyarakat tersebut; maka penerimaan unsur-unsur kebudayaan yang baru atau asing selalu mengalami kelambatan karena harus di sensor dulu oleh berbagai ukuran yang berlandaskan pada ajaran agama yang berlaku. Dengan demikian, suatu unsur kebudayaan baru akan dapat diterima jika unsur kebudayaan yang baru tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama yang berlaku, dan karenanya tidak akan merusak pranata-pranata yang sudah ada.
3. Corak struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan unsur kebudayaan baru. Suatu struktur sosial yang didasarkan atas sistem otoriter akan sukar untuk dapat menerima suatu unsur kebudayaan baru, kecuali kalau unsur kebudayaan baru tadi secara langsung atau tidak langsung dirasakan oleh rezim yang berkuasa sebagai sesuatu yang menguntungkan mereka.
4. Suatu unsur kebudayaan baru dengan lebih mudah diterima oleh suatu masyarakat kalau sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut. Di pedesaan di pulau Jawa, adanya sepeda sebagai alat pengangkut dapat menjadi landasan memudahkan di terimanya sepeda motor di daerah pedesaan di Jawa; dan memang dalam kenyataan demikian.
5. Sebuah unsur baru yang mempunyai skala kegiatan yang terbatas dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan, dibandingkan dengan sesuatu unsur kebudayaan yang mempunyai skala luas dan yang sukar secara konkrit dibuktikan kegunaannya. Contohnya adalah diterimanya radio transistor dengan mudah oleh warga masyarakat Indonesia, dan bahkan dari golongan berpenghasilan rendah merupakan benda yang biasa dipunyai.
 Sub Pokok Bahasan 2.9 Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Mahasiswa dapat menjelaskan hubungan antara manusia dan kebudayaan


Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan/seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah sentosa. Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.

Ilmu Budaya Dasar BAB 1

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26



Pengertian Ilmu Budaya Dasar

Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang astinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari th humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar
  1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja
  2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain
  3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup
  4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia
  5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya
  6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya
  7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku
  8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
·         Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince ). Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah
·         Ilmu-ilmu sosial ( social scince ) . ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
·         Pengetahuan budaya ( the humanities ) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataankenyataanyang bersifat unik, kemudian diberi arti. Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian inipun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai hiding keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah masalah manusia dan kebudayaan.
Perbedaan antara Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial, yaitu :
  • Ilmu Budaya Dasar diberikan pada tingkat perguruan tinggi sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan pada tingkat pendidikan dasar maupun tingkat pendidikan lanjutan menengah pertama sampai menengah atas.
  • Ilmu Budaya Dasar merupakan matakuliah tunggal artinya tidak memiliki kelompok mata pelajaran sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial adalah kelompok dari sejumlah mata pelajaran diantaranya Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, dan lain-lain.
  • Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan untuk pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual.
Persamaan antara ISD dan IPS
Persamaan dari keduanya antara lain adalah :
  • Keduanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan atau pengajaran
  • Keduanya bukan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
  • Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan permasalahan sosial
Materi ilmu sosial dasar terdiri atas masalah-masalah sosial untuk dapat menelaah masalah-masalah, sosial hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran ilmu sosial dasar dapat dibedakan atas 3 golongan yaitu :
  1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
  2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan -kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang  sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam ilmu pengetahuan sosial.
  3. Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial antara yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

Rabu, 05 Januari 2011

TUGAS ISD BAB 10

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26
Kelompok     : 1


BAB 10 "Agama Dan Masyarakat"
1. Fungsi Agama
2. Pelembagaan Agama

Fungsi Agama:
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Berikut beberapa alasan tentang mengapa agama itu sangat penting dalam kehidupan manusia, antara lain adalah :

Karena agama merupakan sumber moral
Karena agama merupakan petunjuk kebenaran
Karena agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika.
Karena agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia baik di kala suka, maupun di kala duka.

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa agama dapat menjadi pembimbing manusia menuju jalan yang baik dan menghindarkan manusia dari kejahatan atau kemungkaran.
Dari segi pragmatisme, seseorang itu menganut sesuatu agama adalah disebabkan oleh fungsinya. Bagi kebanyakan orang, agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Tetapi dari segi sains sosial, fungsi agama mempunyai dimensi yang lain seperti apa yang dihuraikan di bawah:
-           Memberi pandangan dunia kepada satu-satu budaya manusia.
-           Menjawab pelbagai soalan yang tidak mampu dijawab oleh manusia.
-           Memberi rasa kekitaan kepada sesuatu kelompok manusia.
-           Memainkan fungsi kawanan sosial.

Beberapa tujuan agama yaitu :

-          Menegakan kepercayaan manusia hanya kepada Allah,Tuhan Yang Maha Esa (tahuit).
-          Mengatur kehidupan manusia di dunia,agar kehidupan teratur dengan  baik, sehingga dapat
-          mencapai kesejahterahan hidup, lahir dan batin, dunia dan akhirat.
-          Menjunjung tinggi dan melaksanakan peribadatan hanya kepada Allah.
-          Menyempurnakan akhlak manusia.

Pelembagaan Agama
            Agama merupakan sesuatu yang bersifat universal, abadi, yang mengatur masyarakat dalam semua sendi kehidupan. Jika berbicara tentang pelembagaan agama, ada beberapa  hal yang perlu dijawab, seperti, untuk apa agama ada, unsur-unsur, fungsi, bentuk dan struktur agama.
Kaitan agama dengan masyarakat dapat mencerminkan tiga tipe, diantaranya :
1.      Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nila sakral.
Masyarakat tipe ini kecil,terisolir dan terbelakang.Anggota masyarakat menganut agama yang sama.
2.      Masyarakat-masyarakat Praindustri yang sedang berkembang
Keadaan masyarakatnya tidak terisolasi, perkembangan teknologi lebih tinggi dari tipe yang pertama, agama memiliki arti dan ikatan kepada sistem nilai pada masyarakat.
3.      Masyarakat berkembang.
Agama selalu memberikan petunjuk kepada masyarakat bagaimana selamat di dunia dan di akhirat dengan menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Untuk kepentingan tersebut perlu jaminan rasa aman dan tenang kepada pemeluk agama dalam menjalankan kehidupan beragamanya, untuk itulah agama masuk dalam sistem kelembagaan dan menjadi sesuatu yang rutin. Agama menjadi salah satu aspek kehidupan semua kelompok sosial , merupakan sesuatu yang menyebar mulai dari bentuk perkumpulan manusia, keluarga, kelompok kerja yang dalam beberapa hal penting bersifat keagamaan.
Lembaga-lembaga keagamaan pada puncaknya  berupa peribadatan, pola ide-ide dan keyakinan-keyakinan dan terkadang muncul berupa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah,NU, dll. Pelembagaan agama itu sendiri  pada puncaknya terjadi pada tingkat intelektual, tingkat pemujaan(ibadat) dan tingkat organisasi.
Study Kasus:
Agama, konflik dan masyarakat 
Upacara-upacara yang bernuansa agama suku bukannya semakin berkurang tetapi kelihatannya semakin marak di mana-mana terutama di sejumlah desa-desa.
Misalnya saja, demi pariwisata yang mendatangkan banyak uang bagi para pelaku pariwisata, maka upacara-upacara adat yang notabene adalah upacara agama suku mulai dihidupkan di daerah-daerah. Upacara-upacara agama suku yang selama ini ditekan dan dimarjinalisasikan tumbuh sangat subur. Anehnya sebab bukan hanya orang yang masih tinggal di kampung yang menyambut angin segar itu dengan antusias tetapi ternyata orang yang lama tinggal di kotapun menyambutnya dengan semangat membara. Misalnya pemilihan hari-hari tertentu yang diklaim sebagai hari baik untuk melaksanakan suatu upacara. Hal ini semakin menarik sebab mereka itu pada umumnya merupakan pemeluk yang “ fanatik” dari salah satu agama monoteis bahkan pejabat atau pimpinan agama. Jadi pada jaman sekarang pun masih banyak sekali hal yang menghubungkan agama dengan kepercayaan-kepercayaan seperti itu sehingga bisa menimbulkan konflik bagi masyarakat itu sendiri.
Opini:
Agama merupakan sesuatu yang dapat membimbing manusia kepada jalan kebenaran. Tapi bila manusia dihadapkan kepada jalan yang praktis maka disitulah tempat dimana keimanan kita kepada Agama kita diuji, sejauh manakah kita mengimani Agama kita. Sebagai pemeluk agama seharusnya kita tidak mudah terpengaruh akan hal-hal yang dapat memprovokasi kita kepada perpecahan dalam kehidupan dunia ini. Maka perkuatlah Iman Kita dalam Agama yang kita Anut saat ini.

TUGAS ISD BAB 9

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26
Kelompok     : 1


BAB 9 “Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan”
 1. Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu Pengetahuan tidaklah asing lagi terdengar pada saat ini. karena pada jaman sekarang ini telah dibilang maju karena manusia yang hidup telah memiliki Ilmu pengetahuan yang cukup maju dan dapat meerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Tahukah kita apakah Ilmu Pengetahuan tersebut?
Ilmu Pengetahuan terdiri dari dua kata yaitu "Ilmu" dan "Pengetahuan" yang masing-masing memiliki identitas sendiri-sendiri dimana Ilmu adalah sebuah kepatian dengam membatasi ruang lingkup pada pandangannya, dan kepatian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya yang telah diketahui. Sedangkan pengetahuan adalah sesuatu yang tidak pasti kebenaran dari batasannya, karena belum terbukti kepastiannya. Maka Ilmu Pengetahuan merupakan usaha untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia terhadap berbagai aspek dalam kenyataan di kehidupan ini dan dibatasi agar didapatkan rumusan-rumusan yang telah pasti.
Study Kasus:

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologihanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.

sumber : www.wikipedia.com
Opini:
Ilmu pengetahuan tidaklah semua tepat, hal tersebut belum bisa dikatakan ilmu pengetahuan bila belum terbukti di mata Internasional. Karena ilmu pengetahuan adalah ilmu pasti yang sudah mendapat pengakuan dari Internasional. Dan masih sangat banyak lagi Ilmu pengetahuan yang ada di Bumi ini, oleh karena itu janganlah kita puas akan pengetahuan yang sudah ada.

TUGAS ISD BAB 8

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26
Kelompok     : 1


BAB 8 "PERTENTANGAN-PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT"
- Kepentingan Individu untuk memperoleh kasih sayang

Kasih sayang adalah merupakan dasar dalam membentuk sikap dan sifat seseorang, karena dengan kasih sayang seseorang dapat merasa bahwa ia dianggap dan dibutuhkan dalam suatu kelompok tersebut. Oleh karena itu seorang individu sangat perlu sekali mendapatkan kasih sayang oleh orang-orang tedekatanya, karena dengan kasih sayang tersebut juga seseoran dapat menjadikan hidupnya lebih semangat.
Jika seseorang tidak mendapatkan kasih sayang dalah kehidupannya maka ia tidak akan bisa berinteraksi dengan baik terhadap orang lain, karena sikap dan sifat yang ia dapatkan hanyalah untuk kehidupannya diri, dan menganggap bahwa "cukup dengan dirinya tanpa orang lain ia pasti bisa". Maka peran orang tua sangatlah penting untuk menanamkan kasih sayang kepada seorang anak, karena sesuatu yang pertama didapatkan seseorang berawal dari kasih sayang orang tua terhadap anaknya, barulah ke Pendidikan dan Masyarakat Lingkungannya.

Study Kasus:
95 Siswa SD Konsumsi Narkoba


KOTA BEKASI - Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi mencatat pengguna narkoba di Kota Bekasi didominasi kalangan remaja. Bahkan, sedikitnya 95 siswa sekolah dasar (SD) sudah banyak menggunakan narkotika.
Kepala Pelaksana Harian (Kala-khar) BNK Kota Bekasi. Sopandi Budiman mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, penyalahgunaan narkoba sejak tahun 2009 lalu didominasi oleh kalangan remaja. Bahkan, diantara kalangan remaja, sebagian besar yakni 95 orang siswa adalah siswa SD.
Dari pendataan kasus penyalahgunaan narkoba itu teridri dari 461 kasus dengan jumlah tersangka 645orang. Bahkan, menurutnya, selain siswa SD, sejumlah remaja yang duduk di SM, SMA hingga perguruan tinggi mendominasi pengguna narkoba. "Untuk meminimlisir dengan memberikan sosialisasi pengunaan narkoba ke sekolah-sekolah," imbuhnya.
Sopandi merinci, dari kalangan remaja yang sudah divonis tersangkut masalah penyalahgunaan narkoba di Kota Bekasi diantaranya, siswa SD sebanyak 95 orang, siswa SMP sebanyak 143 orang, dan siswa SMA sebanyak 369 orang dan mahasiswa 43 orang. "Yang paling memprihatinkan adalah jumlah siswa SD yang mencapai 95 orang," ungkapnya.
Untuk menekan angka penggunanarkotika usia remaja, tambah Sopandi. penanggulangan bahaya narkoba tidak saja membutuhkan komitmen dan kesanggupan semua pihak. Tetapi juga kata dia, aksi nyata semua jajaran pemerintahan, penegak hukum, sektor pendidikan maupun pihak legislatif dan masyarakat. "Kami membutuhkan warga segera melaporkan kepada BNK dan Polisi, bila ada warga yanggunakan narkotika jenis apa pun," tandasnya.
Sedangkan, untuk pelajar yang tertangkap tangan memakai narkoba pada tahun 2008 mencapai 60 orang. Jenis narkoba yang banyak digunakan oleh para siswa adalah ganja, ekstasi, dan sabu, sementara jenis heroin masih sedikit.
Sementara itu. Anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, Abdul Muin H.itiils mengatakan, sebaiknya Badan Narkotika Kota Bekasi lebih pro aktif dalam memberikan sosialisasi penyalahgunaan narkoba ke sekolah-sekolah. "Setidaknya, kedepan angka tersebut harus turun khususnya pengguna di tingkat pelajar," katanya.
Angka 95 siswa SD yang tercatat oleh BNK Bekasi sudah sangat besar. Dia pun menyesalkan, peran orang tua yang (idak menyadari anaknya melakukan perbuatan yang di larang. "Setidaknya, BNK harus mendekati para orang tua murid yang sudah terdata, agar segera mendapat binaan," tandasnya, (dny).


Sumber :http://bataviase.co.id/bataviase/opinion
Herwantiyoko & Katuuk F. Neltje. 1997. MKDU Ilmu Sosial Dasar. Gunadarma. Jakarta

Opini:
Menurut saya bahwa kasih sayang yang diberikan kepada orang tua terhadap anak itu sangat penting, melihat kasus dari study kasus tersebut. Saya menyimpulkan bahwa kasih sayang yang diberikan orang tua terhadap siswa-siswi SD tersebut sangatlah kurang. Karena bisa saja siswa-siswi SD yang mengkonsumsi Narkoba tersebut belum mengetahui bagaimana bahayanya narkoba, atau tidak dipedulikan oleh orang tuanya.

TUGAS ISD BAB 7

Nama             : Bayu Tirtana
NPM               : 11110366
Kelas              : 1KA26
Kelompok     : 1
BAB 7 “Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan”
1. Menjelaskan pengertian masyarakat
2. Menyebutkan syarat syarat menjadi masyarakat
3. Menjelaskan pengertian Masyarakat

A.)  Pengertian Masyarakat
Menurut beberapa sarjana definisi masyarakat adalah sebagai berikut:
1.) Menurut R.Linton(Seorang ahli antropologi): masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama sehingga mereka ini dapat mengorganisaskan dirinya berfikir tentang dirinya dalam suatu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu
2.) Menurut M.J. Herskovits: Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu
3.) Menurut J.L. Gillin dan J.P. Gillin : Mengatakan bahwa masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.
    Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil
4.) Menurut S.R. Steinmetz(Seorang sosiologi Belanda): Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan-pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang memiliki hubungan yang erat dan teratur
5.) Menurut Hasan Shadily: Masyarakat adalah golongan beasr atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan pengaruh bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Maka saya simpulkan bahwa masyarakat adalah suatu kelompok yang tinggal dalam suatu tempat atau komunitas dan telah saling terikat antara satu sama lain yang memiliki hubungan yang erat dan telah memiliki suatu ketentuan-ketentuan dalam kesehariannya.

B.)  Berikut adalah Syarat-syarat yang harus dimiliki suatu masyarakat:
a) Harus ada perkumpulan manusia, dan harus banyak, bukan perkumpulan binatang
b) Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam daerah tertentu
c) Adanya aturan-aturan atau undan-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

C.)   Masyarakat Perkotaan
Masyarkat perkotaan adalah sekelompok manusia yang tinggal di suatu daerah(kota) dan dimana dalam kehidupannya masyarakat tersebut memiliki kebiasaan-kebiasaan yang berbeda dengan masyarakat desa. Masyrakat kota lebih menonjol kepada harta atau benda yang dipunyainya, seperti pakaian, rumah, kendaraan, makanan dll.
Berikut meripakan ciri yang menonjol pada masyarakat kota:
-          Kehidupan Keagamaan berkurang
-          Merasa dapat mengurus dirinya tanpa bergantung pada orang lain
-          Pembagian kerja di daerah kota lebih tegas dan membeda-bedakan akan kedudukannya
-          Kemungkinan mendapatkan pekerjaan lebih besar dibandingkan masyarakat desa
-          Jalan pikiran yang rasional
-          Mementingkan untuk menghemat waktu, dan
-          Perubahan-perubahan sosial tampak dengan jelas.

Study Kasus:
JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta pada Sabtu (7/8/2010) sore kembali menimbulkan genangan air dan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik jalan di Jakarta. Kemacetan terparah karena genangan air yang tinggi terjadi di wilayah Jakarta Selatan.

Informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyebutkan, genangan air mengakibatkan arus lalu lintas terputus di Cirendeu arah Kampung Gunung. Di depan Universitas Negeri Jakarta, jalur terputus karena luapan Kali Pesanggrahan.

Di Jakarta Selatan, genangan air setinggi 20-30 sentimeter antara lain di depan SPBU Shell Mampang, Pasar Cipete, Duren Tiga, Kemang Timur, depan Grand Kemang, LP3I Pasar Minggu, Fatmawati Raya Selatan, dan Jalan Haji Nawi. Genangan menyebabkan kemacetan parah. Genangan juga memacetkan jalan di Arteri Pondok Indah.

Opini:
Menurut saya masayarakat kota terlalu bersaing dalam hal duniawi saja. Dapat kita lihat pada study kasus diatas, bahwa di daerah perkotaan sangatlah banyak mobil-mobil mewah yang mengakibatkan macet pada hampir di setiap ruas jalan perkotaan. Orang-orang yang sudah berkecukupan tersebut harusnya lebih memperhatikan orang-orang yang kekurangan, dan membantunya. Supaya harta yang telah didapatkannya tidaklah hanya untuk duniawi saja, tetapi untuk akhirat juga.